Tuesday, December 3, 2013

sem-pur-na

Perlukah menjadi yang sempurna? Atau kesempurnaan itu sebenarnya penghalang ke arah hidup yang sempurna? Tempangkah langkah andai diri ini tidak sempurna? Canggungkah hidup andai peribadi jauh dari sempurna?

Kadang-kala, lelah juga diri bila terlalu ingin menjadi sempurna. Bibir tak pernah ungkap untuk menjadi sempurna, namun gerak badan jelas menjurus ke arah pencarian hidup yang sempurna. Sekali lagi, apa pentingkah kesempurnaan itu?

Perfectionist. Satu ungkapan yang agak menakutkan bagi diri ini. Jauh sekali diri ini untuk  menjadi seorang perfectionist. Uih, mana mungkin diri ini mampu digelar perfectionist andai bersepah tindanan kertas putih A4 di meja kerja. Susun atur fail tidak pernah lurus. Pen pula tunggang langgang, tak pernah cantik kemas kejap di dalam bekasnya. Itu baru yang terzahir di atas meja kerja, yang lain-lain?

Kelakar, diri sendiri jauh menyimpang dari sempurna, tapi mengharapkan sesuatu yang sempurna. Diri sendiri tak setampan mana, mengharapkan pasangan yang begitu cantik rupanya. Langkah sendiri begitu kengkang rupanya, yang dicari rapi tersusun langkahnya. Kelakarkan diri ini.

Belajarlah menerima kekurangan. Kekurangan diri sendiri dan juga orang lain. Eh, bukankah bertemu pasangan yang tidak sempurna itu, dapat menyempurnakan diri kita ini. Kita kurang yang kiri, carilah yang kurang kanan. Yang paling penting, terimalah seadanya kehidupan ini. Belajar menerima hakikat yang menjadi sempurna itu agak membebankan.

Jangan berlawan dengan arus hidup, namun cubalah susuri arus itu untuk sampai ke destinasinya.

mood:~saya seorang yang jauh dari sempurna~

No comments: